Seperti sudah saya ceritakan sebelumnya, kami sempat menyewa mobil untuk sekedar keliling kota Perth dan jalan-jalan ke Fremantle. Kami sempat jalan-jalan ke King’s Park untuk melihat-lihat taman yg luas dan asri. Meskipun yg nyetir adalah teman yg sudah pernah tinggal di Perth, tetap saja saya diminta untuk jadi navigator sambil baca buku peta. Terkadang sempat kebablasan sehingga harus cari jalan memutar yg lebih jauh … hihihi navigator-nya nggak profesional !
Mobil tsb. cukup ditinggal di lapangan parkir airport keesokan harinya saat kami kembali ke Indonesia.
Sebagaimana umumnya di luar negeri, aturan lalu lintas sangat ketat. Oleh karena itu ketika diminta untuk gantian nyetir saya nggak berani.
Saya perhatikan ternyata di sana banyak sekali rambu lalu lintas yg di Indonesia setahu saya sudah jarang ada atau bahkan sudah tidak ada lagi (ternyata ada juga ya tanda lalu-lintas langka atau bahkan punah, bukan hanya binatang … hehehe) …
Dulu waktu belajar tanda-tanda lalu lintas di sekolah (dalam rangka pelajaran apa ya? atau waktu mau ujian SIM C?) saya ingat tanda itu ada di buku dan masih saya jumpai di jalan. Saya ingat betul karena tanda itu paling susah untuk diingat maknanya, karena menurut saya tidak terlalu eksplisit hubungan antara gambar / bentuk-nya dengan perintah-nya.
Mungkin rambu lalu lintas tsb. sudah tidak ada lagi karena paling susah untuk dipatuhi. Kalau rambu itu masih ada di setiap tempat yg diperlukan … wah bakalan banyak tuh korban yg kena semprit pak polisi … hehehe …
Sebagai bahan tebak-tebakan, hayo … ada yg bisa menebak rambu lalu lintas seperti apakah itu ????










