Siapa bilang orang sunda nggak bisa bilang F ? Ini buktinya …

Siapa bilang orang sunda nggak bisa bilang F ? Ini buktinya …

Ditulis dalam intermezzo | Bertanda foto, iseng | 22 Komentar »
Rambu lalu-lintas yg saya maksud adalah segi-tiga terbalik yg artinya kita harus memberi prioritas kepada pengguna jalan atau kendaraan yg melintas di depan kita. Rasanya sudah nggak pernah lihat lagi rambu seperti itu. Dulu hampir ada di setiap ujung jalan yg bertemu dengan jalan yg lebih besar.
Di Australia yg saya lihat selain ada rambu tsb. di ujung jalan ada juga garis putih putus-putus dan di situ meskipun kendaraan dari arah samping (kanan, di jalan yg lebih besar) tidak ada tetap saja kita harus berhenti dulu. Itu kata teman saya. Demikian pula di bundaran, kendaraan yg sudah ada di bundaran selalu memperoleh prioritas untuk lewat duluan. Kita yg baru akan masuk bundaran harus berhenti dulu.
[Yg saya nggak ngerti adalah kenapa di Perancis (atau di tempat lain ada juga?) tanda segi-tiganya jadi tidak terbalik ya? ...]
Mendahulukan pengguna jalan yg sudah seharusnya mendapat prioritas tampaknya sudah jarang kita lakukan. Yg penting siapa duluan. Makanya kalau terjadi kemacetan di persimpangan atau di perteman dua jalan sering kali tidak ada yg mau mengalah memberi satu-dua kendaraan lewat duluan untuk bisa memecah kebuntuan. Hal itu karena tidak ada jaminan nanti orang lain akan juga mau memberi jalan kita …
Satu-satunya kondisi dimana orang mau memberikan kita kesempatan jalan duluan adalah ketika kita keluar tempat parkir di mal-mal pada jam-jam penuh pengunjung. Yah … karena orang itu ada maunya, yaitu mau menempati bekas tempat parkir kita …
Anda punya pengalaman dalam hal seperti ini ?




Ditulis dalam Catatan kecil | Bertanda lalu lintas, prioritas, rambu | 14 Komentar »
Seperti sudah saya ceritakan sebelumnya, kami sempat menyewa mobil untuk sekedar keliling kota Perth dan jalan-jalan ke Fremantle. Kami sempat jalan-jalan ke King’s Park untuk melihat-lihat taman yg luas dan asri. Meskipun yg nyetir adalah teman yg sudah pernah tinggal di Perth, tetap saja saya diminta untuk jadi navigator sambil baca buku peta. Terkadang sempat kebablasan sehingga harus cari jalan memutar yg lebih jauh … hihihi navigator-nya nggak profesional !
Mobil tsb. cukup ditinggal di lapangan parkir airport keesokan harinya saat kami kembali ke Indonesia.
Sebagaimana umumnya di luar negeri, aturan lalu lintas sangat ketat. Oleh karena itu ketika diminta untuk gantian nyetir saya nggak berani.
Saya perhatikan ternyata di sana banyak sekali rambu lalu lintas yg di Indonesia setahu saya sudah jarang ada atau bahkan sudah tidak ada lagi (ternyata ada juga ya tanda lalu-lintas langka atau bahkan punah, bukan hanya binatang … hehehe) …
Dulu waktu belajar tanda-tanda lalu lintas di sekolah (dalam rangka pelajaran apa ya? atau waktu mau ujian SIM C?) saya ingat tanda itu ada di buku dan masih saya jumpai di jalan. Saya ingat betul karena tanda itu paling susah untuk diingat maknanya, karena menurut saya tidak terlalu eksplisit hubungan antara gambar / bentuk-nya dengan perintah-nya.
Mungkin rambu lalu lintas tsb. sudah tidak ada lagi karena paling susah untuk dipatuhi. Kalau rambu itu masih ada di setiap tempat yg diperlukan … wah bakalan banyak tuh korban yg kena semprit pak polisi … hehehe …
Sebagai bahan tebak-tebakan, hayo … ada yg bisa menebak rambu lalu lintas seperti apakah itu ????

Ditulis dalam Catatan kecil, perjalanan | Bertanda lalu lintas, Perth | 18 Komentar »
Sekalian membahas sedikit tentang “kuliner” maka saya tampilkan foto sarapan saya pagi ini. Murah-meriah cuma sekitar sepuluh ribu rupiah, tapi hanya berlaku pada jam 7 – 10 pagi. Tempatnya? tinggal tebak saja dari corporate color dan logo yg ngintip di pinggir gelas … Wah jadi iklan nih, tapi nggak apa-apalah karena sudah memberi kemudahan saat kepepet kalau tidak sempat makan pagi di rumah …
Ditulis dalam Bandung, Catatan kecil, intermezzo | Bertanda foto, iseng, kuliner | 27 Komentar »
Sebenarnya ini agak berlebihan kalau disebut sebagai wisata kuliner …
Hotel tempat saya menginap selama di Perth ternyata tidak menyediakan makan pagi yg termasuk dalam harga kamar seperti biasanya hotel di Indonesia. Sebagai opsi-pun tidak, tapi ada restoran dan bar di sebelah lobby. Ada untungnya juga, karena saya tidak perlu memilih dan mempertanyakan kehalalan makanan yg disajikan. Lagi pula saya sebenarnya tidak biasa makan makanan berat untuk sarapan, kecuali kalau sedang menginap di hotel (supaya tidak mubazir sudah bayar mahal, sayang kalau tidak dimanfaatkan … hehehe).
Ditulis dalam Catatan kecil, intermezzo, perjalanan | Bertanda foto, kopi, kuliner, Perth | 25 Komentar »
Saya ke Australia kemaren itu adalah dalam rangka “menengok” para mahasiswa peserta program Joint Degree Petroleum Geophysics yg merupakan kerjasama antara ITB – Curtin Univ. Technology – Pertamina. Mereka adalah mahasiswa batch pertama kerjasama tsb.
Seorang kawan dari Pertamina EPTC (Exploration & Production Technology Center) membawa data yg akan digunakan oleh mahasiswa untuk Final Project mereka. Kami juga membicarakan rencana program untuk batch berikutnya yg akan segera diumumkan ke universitas yg memiliki program studi dalam bidang Geofisika. Mudah-mudahan rencana tsb. dapat dilaksanakan sesuai jadwal dan lancar.
Ditulis dalam Catatan kecil, Dongeng Geofisika, ITB, Pendidikan, Souvenir de France, perjalanan | Bertanda foto, Pertamina, Perth | 14 Komentar »
Minggu pagi 18 Oktober 2009 saya berangkat ke Australia karena ditugaskan FTTM-ITB untuk berkunjung ke Curtin University of Technology (CUT) yg terletak di Perth, Western Australia. Cerita agak lengkapnya nanti menyusul saja, sedikit demi sedikit …
Kita biasanya selalu menyiapkan uang US$ setiap kali bepergian ke luar negeri. Selain karena secara “tradisional” nilainya cukup kuat, mungkin karena mata uang tsb. diterima di seluruh dunia. Meskipun demikian, saya selalu menyiapkan sejumlah kecil mata-uang tempat yg saya kunjungi, untuk hal-hal yg perlu segera seperti makan, transpor dsb.
Ditulis dalam Catatan kecil, Souvenir de France, perjalanan | Bertanda AU$, Perth, US$ | 15 Komentar »
Menunggu telepon ? sepertinya jadi topik yg hangat beberapa hari terakhir … Nah, silaken mau nelpon ke telpon yg mana …

Ditulis dalam intermezzo | Bertanda foto, iseng, telepon | 15 Komentar »
Minggu yg lalu, Jum’at tanggal 2 Oktober 2009 banyak diantara kita mengenakan batik ke sekolah, kuliah, ke tempat kerja dll. Seperti kita tahu, hal itu adalah untuk menyambut penetapan Batik sebagai Warisan Budaya (Cultural Heritage) oleh UNESCO.
Saya sendiri sebenarnya tidak punya rencana untuk mengenakan batik karena tidak biasa pakai batik ke kantor. Apalagi saya tidak mendengar ada himbauan khusus dari pimpinan kampus untuk hal itu. Saya hanya mengenakan batik saat menghadiri undangan pernikahan, undangan makan malam menyambut tamu saat ada seminar Internasional dan acara-acara informal lainnya. Sesekali saya mengenakan batik untuk menghindari pemakaian dasi pada kesempatan tertentu yg masih saya anggap cocok …
Ditulis dalam Bandung, ITB, Islam, intermezzo, keluarga | Bertanda batik, festival, foto, iseng, mooncake | 21 Komentar »
Beberapa hari yg lalu saya diminta oleh pengurus Himpunan Mahasiswa Geofisika Indonesia (HMGI) untuk menjadi juri pada final Student Paper Contest yg mereka selenggarakan. HMGI sendiri adalah semacam Student Chapter-nya HAGI yg menghimpun mahasiswa dalam bidang Geofisika dari seluruh Indonesia. Tentu saja pesertanya datang dari berbagai daerah/Universitas yg menyelenggarakan program pendidikan Geofisika/Geologi.
Ditulis dalam Dongeng Geofisika, ITB, Pendidikan | Bertanda HAGI, HMGI, Pertamina, Republika | 3 Komentar »