Dua hari, kemaren dan hari ini saya mengisi acara pelatihan internal di Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Air. Materinya sebenarnya tidak terlalu ‘canggih’ amat, yaitu metode geolistrik yg sebenarnya sudah banyak dikenal bahkan sudah jadi klasik di geofisika. Ada beberapa aspek pengembangan yg relatif baru dalam hal teknik pengukuran dan pemodelan data sehingga geolistrik bisa digunakan untuk pencitraan (imaging) struktur bawah-permukaan.
[topik ini masih jadi Pe-eR saya untuk Dongeng Geofisika yg belum sempat saya lanjutkan].
Tapi bukan materinya yg akan saya ceritakan di sini. Peserta pelatihan adalah pegawai baru yg kelihatannya jadi target utama pelatihan ini serta pegawai lama yg diminta meng-upgrade pengetahuan mereka. Yg menarik, ada diantara mereka beberapa bapak yg akan pensiun dalam waktu dekat (1-2 tahun lagi) namun tetap semangat dan antusias mengikuti pelatihan. Banyak pertanyaan mereka yg didasarkan rasa ingin tahu perkembangan baru maupun hal-hal lain yg didasarkan atas pengalaman mereka selama ini.
Wah … hal itu membangkitkan rasa percaya diri saya dalam menjalankan aktivitas pembelajaran semacam ini (yg minggu-minggu lalu sempat agak ‘amburadul’ karena sesuatu dan lain hal).
Dua hari ini ternyata cukup melelahkan karena harus terus-terusan ngomong di depan kelas. Sebelumnya saya pikir kalau saat latihan pengolahan data, pemodelan atau pengukuran lapangan merupakan waktu saya untuk istirahat ngomong, tapi ternyata tidak. Pertanyaan demi pertanyaan meluncur deras. Saya-pun menjawab dengan antusias (paling tidak ini yg saya rasakan) dan tak lupa memberikan penjelasan tambahan atas dasar pengalaman saya. Saya juga jadi merasa perlu untuk terus belajar dan belajar terus.
Ah, rasanya senang bisa menjalani pengalaman yg mengasyikkan ini. Sangat interaktif. Lalu saya berusaha mengingat-ingat, kapan ya terakhir kali saya mengalami hal seperti ini?
Capek Pak? Ngaso dulu sambil nyeruput kopi dan nulis untuk blog. Kalau perlu diiringi musik kesayangan. Dijamin, pasti akan lebih puasss….
saya jadi ingat ikut kuliah bapak beberapa tahun yang lalu (GEM, sebagai kuliah pilihan), salah satu yang paling saya ingat adalah kutipan yang bapak sisipkan di slide “you are the sum total of your choice that you made in your live” (kurang lebih), meskipun saya tidak bekerja di bidang geo/fisika tapi saya tidak menyesal pilih kuliah tsb. dan pilih jalan hidup saya kemudian, terima kasih atas inspirasi-nya pak
Saya belum berkesempatan mengambil kuliah Bapak, nih. kapan ya? hehe..
Ternyata dosen memang puas ya, kalau mahasiswanya memberikan feed-back.. Di minggu ini ada seorang dosen yang jelas-jelas menunjukkan kekecewaannya karena kami tidak antusias menjawab pertanyaan-pertanyaannya.. yah, pelajaran lah buat mahasiswa.. wong yang tua-tua aja semangat…
monggo mampir2 pak:
http://kuningtelorasin.wordpress.com/
-Christine, TG’06-
wah ngasih pelatihan memang mengasikkan pak, apalagi kalo pesertanya antusias
sama ketika sedang ngemsi [memandu acara] kalo penontonnya banyak dan antusias saya jadi makin bersemangat dan mendadak makin kreatif
Biasanya saya denger suara merdu Kang Ebiet G. Ade, langsung hilang semua penat, Pak.
Hehe, tak lupa diiringi Secangkir Kopi tentunya.
Semangat terus, Pak.
kalo orang2 yang kaya pusair itu pgennya yang praktis aja gitu ya pak’,
kaya kmaren ada juga yang tanya “bukan geofisika banget” pak’ contohnya saya ditanya sama mas mas” eh, adik kan muridnya pak gandis ya’ kalo air laut sama air tawar itu resistiv mana?? (nah…lo’ pertanyaannya praktis banget kan??)..saya ya agak bingung jawabnya, tapi karena inget kimia bahwa NaCl itu elektrolit ya saya jawab air laut lebih konduktif’..behh saya hampir malu kalo gak bs jawab
Mengadakan Pelatihan …
Wah ini pekerjaan saya pak … hehehe …
Ya pak … sayapun pribadi mengalami perasaan serupa …
Yang lebih menyentuh adalah jika kita menerima e mail atau call dari mereka … just say hi … dan menanyakan kabar …
Ah itu rasanya betul-betul “mak nyusss …”
saya cerita sedikit mengenai masalah itu salah satunya disini ..
http://theordinarytrainer.wordpress.com/2008/03/06/trainee-nekat/
[...] Dalam komentar atas tulisan saya sebelumnya, saya diingatkan oleh seorang mantan mahasiswa tentang quotation yg pernah saya sisipkan diantara [...]