Seorang nenek-nenek duduk berhadap-hadapan dengan seorang pemuda di kereta api. Seperti umumnya pemuda tanggung dia asyik mengunyah permen karet untuk mengisi waktu. Lalu si nenek bilang, “Terima kasih sudah berusaha ngajak saya ngobrol, tapi maaf pendengaran saya kurang baik …”
lelutjon permen karet
21 April 2008 oleh Oemar Bakrie
Ditulis dalam intermezzo | Bertanda humor, nenek | 10 Komentar
10 Tanggapan
Tinggalkan Balasan
-
Tulisan Terakhir
-
Komentar Terakhir
A.Mulyadi,S.pd di Menyambut hari bumi (meski… coretanpinggir di Sibuk ? coretanpinggir di 8 Juli (lima belas tahun yg… mang kumlod di 8 Juli (lima belas tahun yg… andy william gunawan di Ruang bawah tanah di Gedung… -
Tulisan Teratas
Kategori
Arsip
Planet Dosen ITB-
Disclaimer
Tulisan yg ada di blog ini adalah opini pribadi dan tidak mewakili institusi manapun. Setiap orang memiliki hak untuk meng-kopi tulisan yg ada di blog ini bagi kepentingan bersama, namun dimohon menyebutkan sumber tulisan dan/atau dengan me-link blog ini. Saya berhak menghapus komentar ataupun link yg tidak sesuai dengan kebijakan/norma yg umum berlaku di masyarakat beradab. Terima kasih.
-
Klik tertinggi
Meta
Blogroll
Halaman
ha ha ha…
postingan pengobat rasa stres. saya suka model spt ini
ha ha ha, tidak bisa berkomentar!
hahahahah..
**
**berhubung di kantor ketawanya gak boleh ngakak
HUahahhaa …
Pak Oemar ini aya-aya wae …
Hihihihi, lucu pisan humor yang ngajak mikir dulu
hm…
kasihan nenek itu dijadikan bahan tertawaan di sini…
http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/04/23/negara-tidak-berhak-membubarkan-ahmadiyah/
Lucu! Lucu! Saya lagi stress nih untuk memikirkan sesuatu…., lumayan baca ini stress saya agak berkurang.
Pak itu nenek selain pendengarannya agak kurang kayaknya juga perlu ke dokter mata ya? Hi hi hi
Ketawa baca ini, saya malah dibilang sinting oleh rekan saya.