Pulang dari lapangan di Pasuruan, meskipun badan terasa capek tapi pikiran dan semangat rasanya cukup fresh untuk menghadapi rutinitas keseharian kembali. Apalagi saya dapat laporan yg sangat menghibur, hasil kerja teman-teman yg juga baru pulang dari lapangan di Aceh untuk survey geomagnet dapat diterima dengan baik oleh klien pertama kami. Yesss, we are kicking boys …
Salut pada teman-teman yg telah dengan ‘gagah berani’ menyelesaikan tugas lapangan yg dikenal sebagai pekerjaan 3D alias dirty (bahasa perancis-nya: jibreg), difficult and dangerous … (bukan dateng, duduk, duit seperti …) Apalagi bidang kami yg disebut non-seismic geophysics sering diasosiasikan dengan pekerjaan yg tidak berhubungan dengan dunia eksplorasi migas yg gemerlap, sehingga sering dipandang sebelah mata (termasuk juga oleh mahasiswa).
Perusahaan tambang umumnya tidak mau repot dengan pekerjaan akuisisi data lapangan geofisika yg merupakan bagian hulu dari tahapan eksplorasi. Demikian pula dengan pemilik kuasa pertambangan yg tidak punya kemampuan teknis yg memadai untuk itu. Umumnya akuisisi data lapangan geofisika di-outsource ke services company. Nah, di sinilah kami mencoba menangkap peluang dengan menawarkan added value berupa advanced data processing and modeling dan tentu saja interpretasi.
Ceritanya teman-teman saya sedang ber-eksperimen memenuhi demand dunia pertambangan yg tampak mulai ‘menggeliat’ kembali setelah dihajar krisis ekonomi berkepanjangan dan otonomi daerah yg kebablasan. Ini bukan start-up company yg umumnya sarat inovasi, namun hanya pengembangan usaha yg sudah ada sebelumnya. Ada teman yg berbaik hati menyediakan infrastruktur-nya, ada yg menyediakan diri me-manage aktivitas sehari-hari, dan ada pula yg siap terjun ke lapangan bak pasukan komando.
Saya cuma ikut nimbrung dengan ‘modal dengkul’ untuk mengayuh ’sepeda kumbang tua’ saya sehingga bisa wira-wiri, he he he ….
Inilah gambar segerombolan teman-teman yg mengerjakan akuisisi data geomagnetik di lapangan.

wah wah wah…
selamat pak..
pak itu magnetometer emang ada yg warnanya ijo ya pak? Hihihi lutju …
Selamat ya Mas, semoga sukses selalu. Jangan lupa sama yg bareng jadi ‘pemulung ilmu’ di Orsay …
Tetap semangat ya pak …
[...] sepeda kumbang yg memang berhubungan erat dengan Oemar Bakrie. Bagi saya dan istri, sepeda kumbang hanya istilah, yg bisa berkonotasi alat transportasi (dalam hal ini mobil) yg sehari-hari membantu [...]