Beberapa waktu yg lalu saya ke lapangan menyertai survey geolistrik yg dilaksanakan oleh tim dari Puslitbang Sumberdaya Air di daerah sekitar mata air Umbulan, Pasuruan – Jawa Timur. Hal ini mengingatkan saya kembali ke ‘janji’ untuk melengkapi dongeng Geofisika sedikit demi sedikit sesuai dengan kesempatan yg ada.
Metoda geolistrik adalah salah satu metoda geofisika yg didasarkan pada penerapan konsep kelistrikan pada masalah kebumian. Tujuannya adalah untuk memperkirakan sifat kelistrikan medium atau formasi batuan bawah-permukaan terutama kemampuannya untuk menghantarkan atau menghambat listrik (konduktivitas atau resistivitas).
Aliran listrik pada suatu formasi batuan terjadi terutama karena adanya fluida elektrolit pada pori-pori atau rekahan batuan. Oleh karena itu resistivitas suatu formasi batuan bergantung pada porositas batuan serta jenis fluida pengisi pori-pori batuan tsb. Batuan porous yg berisi air atau air asin tentu lebih konduktif (resistivitas-nya rendah) dibanding batuan yg sama yg pori-porinya hanya berisi udara (kosong).
Temperatur tinggi akan lebih menurunkan resitivitas batuan secara keseluruhan karena meningkatnya mobilitas ion-ion penghantar muatan listrik pada fluida yg bersifat elektrolit.
Cara kerja metoda geolistrik secara sederhana dapat dianalogikan dengan rangkaian listrik. Jika arus dari suatu sumber dialirkan ke suatu beban listrik (misalkan kawat seperti terlihat pada gambar) maka besarnya resistansi R dapat diperkirakan berdasarkan besarnya potensial sumber dan besarnya arus yg mengalir. Dalam hal ini besaran resistansi tidak dapat digunakan untuk memperkirakan jenis material karena masih bergantung ukuran atau geometri-nya. Untuk itu digunakan besaran resistivitas yg merupakan resistansi yg telah dinormalisasi terhadap geometri.
Dalam prakteknya pengukuran geolistrik dilakukan dengan mengalirkan arus ke dalam tanah melalui 2 elektroda (C1 dan C2) dan respons-nya (beda potensial) diukur melalui 2 elektroda yg lain (P1 dan P2). Berdasarkan konfigurasi elektroda dan respons yg terukur maka sifat kelistrikan medium bawah-permukaan tersebut dapat diperkirakan.
Hasil pengukuran geolistrik tidak dapat digunakan secara pasti untuk menentukan jenis batuan, mengingat banyaknya faktor yg mempengaruhi resistivitas batuan. Namun demikian metoda geolistrik dapat dimanfaatkan untuk memperkirakan adanya formasi batuan yg mengandung air (akuifer) dalam eksplorasi air tanah, adanya formasi batuan yg berasosiasi dengan zona mineralisasi dalam eksplorasi mineral. Dalam studi rekayasa dan lingkungan metoda geolistrik juga berperan untuk memperkirakan kebocoran bendungan, dispersi fluida polutan dan sebagainya.
Dalam tulisan lain akan disajikan beberapa contoh aplikasi metoda geolistrik.

teknologi memang bisa memudahkan pekerjaan manusia, mulai dari untuk scanning bawah permukaan tanah, hingga scanning tembus baju manusia..
khusus untuk geolistrik ini, apakah bisa digunakan mendeteksi keberadaan air tanah, pak? misalnya ketika mau membuat sumur bor
Dulu pernah make misse a la masse (kalau ga keliru namanya) untuk deteksi penyebaran limbah tekstil,satu lagi cari aliran air di spring belt. Hasilnya lumayan ampuh juga, bisa “ngakalin” PT Aqua yg masih percaya ama dukun
.
[...] beberapa hari melakukan pengukuran geolistrik di pasuruan, saya merasakan ada sesuatu yang menarik menurut saya dengan kota tersebut. Pertama [...]
Metoda geolistrik ada banyak macamnya, yakni Metode:
potensial diri
Arus telluric
Magnetotelluric
Elektromagnetik
induced polarization
Metode resistivitas (tahanan jenis)
benar begitu Pak? Ada tambahan lagi ga? *masih bingung banyak versi*
Mohon pencerahannya Pak!
Regards.
Memang ada yg mengkategorikan metode geolistrik ya itu semua. Kalaupun toh ada variasi nggak akan jauh dari itu. Yg bikin agak ruwet adalah percampuran antara metode dengan konfigurasi pengukuran sehingga timbul istilah HLEM (horizontal loop EM) dll.
Ooo..begitu tho!! wah..sy dapet inspirasi u/ buat tulisan ringan (with refer) mengenai keterangan rupa2 definisi met.geofisika (lebih general lagi)..sayangnya referensi yg sy punya sangat terbatas..tapi dicicil dulu deh..hehe..kalo ada waktu..biarkan waktu yg menjawab.. *halah, lama dong jadinya*
Nuhun Pak!
Met Sahuur…!
Regards.
metoda geofisika yang ramah lingkungan bukan??
kalo geolistrik perlu seorang rockphysicist ga ya pak?
mengingat d oil exploration peranan rockphysicist cukup penting untuk mengikat si geophysicist yg bermain d seismik dengan reservoir engineering.
kata pak fatkhan sih penerjemah antar geophysicist dan geologist
punten, nitip pak:
http://www.petitiononline.com/baksil
petisi orang2 bandung menolak pengkomersialisasian babakan siliwangi oleh developer2 perusak lingkungan
Ass wr wb. Alhamdulillah. Kami dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, ingin buat sumur artesis untuk keperluan penyiraman tanaman. Kami kesulitan dalam menentukan lokasi pengeboran. Mohon dengan hormat sarannya untuk menentukan lokasi tersebut. Jika kami pakai alat Bapak, bagaimana caranya. Sewa ? atau dengan orangnya. Trims. Wass. Wr. Wb. Yusuf Abu Mubarak
nice artikel…
thanks ya atas infonya, infonya bagus…
sangat bermanfaat…
Pa saya minta gambaran tentang metoda geolistrik dengan menggunakan komputasi…….
-> fajar
Maaf saya kurang mengerti yg anda maksud dengan metoda gelistrik menggunakan komputasi. Apakah pengolahan datanya? pemodelan? atau simulasi pelaksanaan metode geolistrik menggunakan software?
Ass..
Ada ngga pak alat deteksi air bawah tanah selain geolistrik??? yang sistem kerjanya dengan radar di permukaan, tanpa perlu melakukan pemboran???
Terima Kasih
Pada prinsip-nya Ground Probing Radar (GPR) bisa juga digunakan untuk memperkirakan adanya akifer air-tanah. Cerita singkat tentang GPR ada di link ini:
http://grandis.wordpress.com/2008/05/06/dapat-mainan-baru-gpr/
Lebih jauh bisa juga cari info di google.
oh ya maaf pa, maksud saya pemodelannya…….
wah menarik.. jg lebih ngerti ni..
)
ditunggu cerita geofisika lainnya ni pakk.. (kalo dongeng bukannya boongan ya hehe
Ass..wb wr.
Sebelumnya saya mau kasih selamat dulu buat pak oemar atas gelar barunya “tentunya” sekarang pak DR sdh jadi pak Haji, he2..he..mudah2an kita bisa nyusul nanti. pak oemar mau tanya sekalian minta izin nih, boleh tidak tulisan pak oemar khususnya bidang ilmu geofisika kita posting ulang di web & blog kita sesuai tulisan aslinya. buat nambah wawasan rekan dilingkungan kita. – trim’s atas perhatiannya.
Salam, kapan bisa jumpa lagi
Ass..
-> roedy_bungur
Boleh saja …
BTW asyik juga tuh nama web dan blog-nya, seangkatan dengan Andrea Hirata Laskar Pelangi ya ???
wui!! langsung direplay euy…pastinya pak haji msh setay depan komputer!!, terima-kasih pak langsung kita posting di page catatan oemar blog kita. nuhun pak haji.
salam,
[...] ngoprek dan ngutak-atik barang elektronik juga memungkinkan saya membuat peralatan sederhana untuk survey geolistrik yg dibeli oleh perusahaan tempat saya bekerja. Memang saya tidak membuat dari nol, cuma sekedar [...]
Pak mau tanya…apa benar geo listrik bisa melihat kandungan logam dalam tanah seperti Timah hitam/lead, emas, tembaga dll. kalo ya,…bagaimana penjelasannya kalau kita tau itu adalah logam a, b, c dll.
terima kasih atas infonya
yogaswara
pak minta info tentang metoda Geolistrik IP.
trims
Pak,,mau tanya…Bapak punya jurnal / buku referensi tentang forward modelling dan inversi 1 dimensi metode transient electromagnetic (TEM) dengan konfigurasi central loop (central loop configuration) gak pak????????..untuk keperluan tugas akhir pak…..terima kasih pak……..
Pak, sy mau tanya tentang konsep pemodelan dan simulasi Geolistrik untuk mendeteksi air tanah,mineral dan sebagainya
Terima kasih,pak
Salam,
John
-> yogaswara
Metoda geolistrik dan geofisika pada umumnya tidak dapat mendeteksi langsung mineral bahkan batuan secara langsung tetapi mendeteksi distribusi sifat fisika bawah-permukaan seperti resistivitas dll. Dari sifat fisika tsb. baru dikorelasikan dengan data geologi dan di-interpretrasi sehingga diperoleh model geologi dan kemungkinan asosiasi-nya dengan keberadaan mineral tertentu.
-> bambang & John
Coba lihat-lihat dulu link ke blog kuliah saya yg ada di Blogroll (samping kanan) atau web saya yg lain di http://www.geoph.itb.ac.id/~grandis. Kalau belum ketemu yg anda cari bisa ke google dengan keyword: geoelectric, resistivity, IP, mineral, groundwater, dll. Semoga berhasil !
-> ebith
Anda kan yg ikut kuliah saya di S2 Teknik Panas Bumi ? Nanti kita bicarakan saat kuliah saja ya … Kalau bukan coba saja datang ke ruang saya kapan-kapan ok ?
Pa Mau nanya mengenai konsep resistivitas semu…..? mohon penjelasannya……!!! sekalian mau nanya kenapa dalam suatu lapisan bawah permukaan tiba-tiba ada sisipan lapisan berupa batuan jenis lain yang berbeda.
Coba lihat dulu di salah satu slide geolistrik-1 di blog kuliah saya (link-nya ada di blogroll sebelah kanan). Kalau masih kurang jelas bisa cari di google dengan keywords geoelectric, resistivity.
Perlapisan batuan bawah-permukaan merupakan hasil sedimentasi/pengendapan sehingga jenis batuannya bisa berbeda bergantung pada material yg diendapkan pada periode yg berbeda. Hal tsb. berlangsung dalam jangka waktu yg sangat lama (rentang waktu geologi).
Salam hormat Pak,
Dalam eksplorasi mineral logam, metode manakah yg tepat untuk digunakan ? (Schlumberger, Dipole-Dipole, Wenner, Pole-Pole, dsb) serta dalam kondisi lingkungan yang seperti apa ? Adakah pedoman atau rujukan mengenai hal tsb ? Terima kasih atas pengarahannya.
Target eksplorasi mineral umumnya relatif dangkal, jadi konfigurasi elektroda yg sering digunakan adalah dipole-dipole untuk mendelineasi anomali secara lateral. Setelah itu baru dilakukan pemboran eksplorasi, trenching dsb. untuk menentukan secara lebih akurat kedalaman anomali.
Kalau rujukan yg cukup mendasar dan klasik ada buku Applied Geophysics oleh Telford dan Introduction to Engineering and Environemnetal Geophysics oleh Reynolds. Cara yg lebih gampang adalah dengan mencari di internet melalui google.com lalu masukkan keywords introduction, geoelectrical method, mineral exploration dst. Tinggal nanti dipilih kira-kira mana yg paling sesuai dengan keperluan anda.
Terima kasih banyak atas pengarahannya Pak.
Dan ada satu hal lagi Pak, untuk intrepetasinya kira2x software apa yg cocok utk digunakan dan akurasinya baik ?, syukur apabila banyak terdapat di pasaran dan banyak yg telah menggunakannya.
Rgds,
Robert S.
Yg banyak dipakai adalah RES2DINV, tersedia gratis versi demo di internet, lumayan untuk latihan. Kalau yg ada license-nya bisa ke web-nya langsung, http://www.geoelectrical.com atau agen yg lain.
kira-2 alasan umum knp metoda schlumberger lebih sering digunakan dalam mencari potensi airtanah apa yah???
Assalamulaikum, Wr.. Wb..
Salam hormat pa Omar Bakrie,
Saya ingin menanyakan tentang system pengambilan data pada saat melakukan geolistrik untuk menentukan lapisan ekifer tanah, apakah satu titik pengeboran memerlukan pengambilan data dengan bentangan garis x dan y atau cukup hanya satu kali bentangan saja ( maksudnya cukup x saja atau y saja).
Apakah system pengambilan data tersebut berlaku untuk semua metode geolistrik atau setiap metode berbeda. mohon penjelasannya
Terima kasih pa
Kalau sounding geolistrik mestinya ya minimal ada beberapa titik dalam satu lintasan yg memotong struktur (diperkirakan dari informasi lain, geologi).
Hasil survey geolistrik sampai taraf tertentu secara tidak langsung (berdasarkan harga resistivitas yg diperoleh)bisa digunakan untuk memperkirakan kualitas air. Namun untuk lebih memastikan tetap diperlukan data pemboran.
Ass… Wr… Wb…
Pa omar yang terhormat…
untuk pertanyaan lanjutan…
Apakah lapisan tanah ekifer dari hasil pendugaan geolistrik
dapat menunjukan kualitas air tanahnya, misal dapat mengetahui kondisinya apakah air payau/ asin atau netral
Pak Grandis, terimakasih atas artikel2 nya menarik sekali pak.. tapi mengutip kata2 diatas :
“Temperatur tinggi akan lebih menurunkan resitivitas batuan secara keseluruhan karena meningkatnya mobilitas ion-ion penghantar muatan listrik pada fluida yg bersifat elektrolit”
saya agak sedikit bingung tentang hubungan temperatur vs. resistivitas.. bukankah seiring meningkatnya temperatur maka resistivitas juga akan meningkat dan menurunkan konduktivitas?
mohon pencerahannya pak.. terimakasih..
Setahu saya, jika temperatur naik maka resistivitas batuan berpori yg mengandung air umumnya turun, atau konduktivitas naik. Dalam hal ini konduktivitas adalah konduktivitas listrik, bukan termal (resistivitas = 1/konduktivitas).
Terimakasih Pak Grandis…
saya kemarin hanya mengasumsikan dengan perubahan fase minyak ke gas akibat faktor temperatur… saat temp naik dan minyak berubah jadi gas, resistivitas gas lebih tinggi dari minyak… padahal banyak faktor lain yg menyebabkan berubahnya minyak ke gas selain faktor temperatur, misalnya faktor tekanan dll..
Ini kesalahan asumsi saya, lain waktu saya akan lebih banyak mencari literaturnya… terimakasih banyak atas ilmunya Pak..
Aslmkm Pak Grandis,
Untuk survei sounding 1D misalnya dengan metode schlumberger, apakah arah bentangan kabel juga berpengaruh? seandainya diambil 2 titik pengukuran, apakah posisi bentangan harus segaris, berpotongan atau bebas?
Lintasan sebaiknya tegaklurus memotong struktur yg dicari/ingin dipetakan. Sementara bentangan sebaiknya sejajar strike. Tapi kadang supaya lebih mudah bentangan juga mengikuti arah profilnya.
geolistrik 70% gagal di daerah karst…khususnya untuk survey hidrologi…
jangan diteruskan lagi….
survey terestris lebih manjur ketimbang buang buang uang banyak yang gagal…
survey speleologi jadikan referensi utama…
maturnuwun
Ada yang tau gak alasan umum knp metoda schlumberger lebih sering digunakan dalam mencari potensi airtanah???
Konfigurasi elektroda Schlumberger relatif mudah dilakukan untuk sounding, yaitu hanya dengan memindahkan elektroda arus C1 dan C2 (atau A dan B) saja untuk memperoleh informasi dari kedalaman yg semakin besar. Asumsinya pemindahan elektroda tsb. dilakukan secara manual dengan tenaga kerja yg sedikit. Interpretasi dan pemodelan data geolistrik Schlumberger-pun relatif mudah.
Nama sy Yustinus Adityawan….
Saya mahasiswa semester 6 Fakultas Geografi UGM, jurusan geografi Ilmu Lingkungan…
Saya ingin bertanya ingin bertanya mengenai mengenai mengorelasikan data geolistrik sehingga kita bisa mendapatkan stratigrafi dari 2/lebih titik pengukuran….
Tentunya jika ingin mengkorelasikan data geolistrik tersebut, kita harus mngetahui keadaan fisiografi daerah tersebut…
baik keadaan geologinya dan geomorfologinya….
tentunya hasil interpretasi data geolistrik di korelasikan dengan data bor yang tersedia..
yang ingin sy tanyakan disini ialah
1. Berdasarkan hal2 apa saja pengkorelasian data geolistrik sehingga kita mendapatkan gambaran dari stratigrafi tempat tsb?
2. Jika daerah yang ingin di survei geolistrik tidak mempunyai data bor, langkah apa saja yang kita tempuh agar kita dapat mengetahui stratigrafi daerah tsb??
mungkin sekian pertanyaan saya…
mohon bantuannya pak…
trima kasih
e-mail : killrockforfun@yahoo.co.id
Secara umum kita dapat menggunakan data geologi untuk menafsirkan data geolistrik. Memang tidak ada korespondensi satu-satu antara resistivitas yg diperoleh dari geolistrik dengan jenis batuan tertentu. Namun ada range tertentu yg berkorelasi dengan batuan tertentu yg bisa dicari dari textbook dll.
Ass. Saya Yoqie, alumni Fisika bid. Geofisika Unpad.
Pak Grandis yang baik, untuk eksplorasi tembaga lebih baik menggunakan IP atau dipole-dipole? Untuk akurasinya kedua metoda itu kira-kira berapa persen jika semua prosedur sudah benar? atau eror nya berapa persen? karena kita menginginkan pembuktian untuk langsung di bor.
Terima kasih
Setahu saya IP itu metode geofisika-nya sedangkan dipole-dipole itu adalah konfigurasi elektroda-nya yg bisa digunakan untuk geolistrik (resistivitas) maupun IP. Mengenai error saya kurang tahu karena itu sudah masuk wilayah interpretasi. Perlu diingat bahwa metode geofisika umumnya adalah metode tak-langsung sehingga menurut saya agak sulit memperoleh jaminan kepastian keberadaan suatu formasi batuan apalagi material tertentu dari data geofisika.
Ass, perkenalkan pk, saya wida.. ada beberapa yg saya mau tanyakan tentang geolistrik pk.. dari hasil interpretasi 1D dengan kurva standar dan kurva bantu (wenner) di dapat nilai parameter d (kedalaman) dan rho (tahanan jenis tanah) kan pk.. pertanyaan saya apa ab/2 (jarak elektroda terluar/2) dari bilog menunjukan kedalaman batas lapisan tanah yaitu d ? klo di SNI (PU jalan dan jembatan), saya baca a = jarak antar elektroda / kedalaman yg di duga apa benar begitu pk ? ada sumber yg menjelaskan tentang bagaimana menentukan kedalaman dan ketebalan tanah ? diharapkan balasan secepatnya dari bapak.
Terimakasih sebelumnya.
Data berupa kurva sounding apparent resistivity vs. a untuk Wenner (atau AB/2 untuk Schlumberger) secara kualitatif menggambarkan resistivitas sebagai fungsi dari kedalaman. Hal ini karena semakin besar a maka semakin besar pula jangkauan/penetrasi arus listrik sehingga diperoleh informasi pada kedalaman besar. Jadi a berasosiasi dengan kedalaman tapi tidak sama dengan (=) kedalaman.
Pencocokan kurva sounding (data) dengan kurva standar digunakan untk memperoleh model 1-D yaitu variasi resistivitas terhadap kedalaman (secara kuantitatif). Sekarang sudah banyak software yg dapat digunakan untuk pemodelan 1-D data geolistrik sounding sehingga kurva standar sudah tidak banyak digunakan lagi.
Ass pk.. terimakasih balasannya, saya mau tanya lagi pk.. klo di software pemodelan 1-D, kita perlu memasuk parameter kedalaman dan ketebalan, sedangkan parameter2 itu didapat dari kurva standar.. apa ada software yg otomatis mengeluarkan parameter kedalaman dan ketebalan setelah kita memasukan jarak konfigurasi dan nilai hambatan, tanpa perlu kita asumsikan?
Untuk mencari kedalaman dan ketebalan sendiri, perhitungan yg umum digunakan seperti apa pk untuk yg 1-D? tanpa perlu repot2 interpretasi dulu ke kurva standar..
Menurut bapak, software 1-D apa yg lebih baik dalam pemodelan/analisis geolistrik?
Terimakasih pk. Wasalam
Mungkin ada baiknya lihat dulu blog kuliah saya ini (ada juga di blogroll)
http://hendragrandis.wordpress.com/