Kita semua sudah mahfum kalau pendapatan para engineer dan scientist umumnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan mereka yg bergerak di bidang bisnis. Tapi kebanyakan dari kita belum tahu penjelasannya, mengapa bisa begitu.
Ternyata hal itu bisa dengan mudah dijelaskan dengan konsep FISIKA DASAR. Namun jangan dilupakan pula dua AXIOMA dasar yg sudah kita kenal, yaitu:
Knowledge is Power dan Time is Money.
Para engineer dan scientist tentu sudah tahu rumus di Fisika Dasar yg menyatakan Usaha (W) adalah Daya (P) dikalikan dengan Waktu (T) atau:
Work = Power x Time
Tapi berdasarkan kedua axioma di atas Knowledge = Power dan Time = Money sehingga berlaku persamaan:
Work = Knowledge x Money
Persamaan di atas bisa juga ditulis atau disusun ulang menjadi:
Money = Work/Knowledge
Jadi silakan menarik kesimpulan sendiri …
Catatan:
Jika anda bingung atau tidak mengerti penjelasan dan persamaan-persamaan di atas, jangan khawatir … Berarti anda memiliki peluang berpenghasilan lebih besar … ha ha ha …
Ha ha ha ha ha…
maksudnya itu semakin besar knowledge seseorang maka money nya semakin kecil, karena knowledge merupakan faktor pembagi…eh bener ga sih pak ???
yah …
karena scientist bekerja untuk science sedangkan pebisnis goal nya adalah uang
X aja
Berarti:
Knowledge = Work / Money
Ahahaha…

Kalau:
Work = Power x Time
Lalu bagaimana dengan persamaan lainnya?
W = IRIT
Berarti orang kerja itu harus mengatur pengeluaran seirit-iritnya ya?
*masuk akal juga*
Wah, saya nggak ngerti persamaannya, Pak.
Berarti saya berpeluang untuk mendapat penghasilan lebih besar nih.
Asyik…asyik….
Money = Work/Knowledge;;
kira2 bidang2 kerjaan apa ya yg memenuhi persamaan ini?.
Kalo dosen gak mungkin donnk
wahh susah pak…
yang terpikir oleh saya ya mana yang dibuat pembanding(yang tetap)?? kalo Work nya sama(antara pebisnis dan scientist) dan variabel yang berubah K dan M berhubungan secara paradoksial gituh(bhs mana pula ini)…ya kyaknya salah donk saya kuliah jauh-jauh ke bandung….asal ada warisan yang banyak(darimana??)
tapi kalo yang dimaksud hubungan laen saya gak mudeng….
????(bingung)
kayaknya memang saya akan berpenghasilan lebih besar.hehe
Pantes Bapak jadi Oemar Bakrie ( yang Pegawai Negeri ), pinter ngoprek rumus sich! He he he
“Mengapa engineer dan scientist berpendapatan lebih rendah dari pebisnis?”….jawabannya ada dalam hadist pak…Pintu rezeki itu ada 10, 8 diantaranya berniaga..nah pebisnis itu masuk dalam kategori berniaga (8 pintu rezeki), dan engineer atau scientist itu 2 kategori lainnya (2 pintu rezeki)
makanya nggak heran kalo penghasilan pebisnis lebih tinggi…
Iya nggak sih?hehehee…habis aku bingung penjelasannya, jadi aku coba menganalisa dengan cara lain…:-))
berarti saya berpeluang berpenghasilan besar, karena bingung dengan persamaan di atas..
wakakakak
ada ada aja persamaannya..
hehehehe
pak..
kedua duanya di jalanin kan bisa juga
engineer yang berbinsis di bidang engineering
pasti kaya raya
Saya ngerti banget persamaan di atas !
Silakan ambil kesimpulan sendiri…….
*menangis*
Bagaimana dengan persamaan yang ini pak?
W = F*S
W = usaha, F= gaya, S= perpindahan
Artinya, dalam kehidupan, apabila kita telah bekerja dan memberikan kemampuan, tetapi tidak ada perpindahan yang terjadi, maka sebetulnya kita belum cukup untuk berusaha.
(http://edratna.wordpress.com/2007/05/10/
deret-kehidupan-seperti-apakah/)
Kalau di persamaan tsb, kalau belum menghasilkan uang banyak, artinya usahanya perlu dirtingkatkan.
Sedang bagi pebisnis lebih jelas, hasil usaha akan menunjukkan uang. Tapi di kantor, saya juga melihat, bahwa orang yang pandai (dapat nilai terbaik) di kelas pelatihan, lulus MBA dengan nilai tinggi, tak selalu berkorelasi positif dengan kemampuan menghasilkan target bisnis….kalau bekerja di Bank, semua didasarkan hasil kinerja, yang dihitung atas dasar target yang dikuantitatifkan….mungkin hal ini dikaitkan dengan keberanian mengambil risiko, semakin pandai pada umumnya semakin berhati-hati mengambil keputusan.
Money = Work/Knowledge;
Pantes saya miskin terus :p
haaahaha..
sabar Pak Oemar, bentar lagi salahsatu dosen ITB kan jadi walikota..
semoga persamaan itu gak berlaku lagi
salamhangat
urang bandung
Wah, ada – ada aja persamaannya.
ya pengetahuannya buat modal awal aja, pak.. ntar kalo modalnya dah cukup, ikutan jadi pebisnis xD
Hehe .. pantesan uang koq ngga nambah-nambah; adanya malah penyusutan wong bekerja kagak .. belajar juga kagak.
brarti kerja hrs diperbanyak dan pengetahuan hrs dikurangi jk ingin mendapat tambahan duit ?
Knowledge-nya dijadikan zero aja, Pak .. Kan Duit-nya jadi segede gajah .. He3x.
Pak,
Rumusnya kalo bisa di extend supaya bisa menjelaskan POLITIKUS.
Atau jangan-jangan sudah bisa.
Hmm …
waah, ini pak umar ketua prodi fisika itb bukan?
heuuuu..
rumus ini masuk ke ekonofisika ga yah pak?
hehehe..
Menurut saya ada sedikit kesalahan asumsi Pak, bapak bilang asumsinya : Time = money dan power = Knowledge.
Sehingga diperoleh : Work = Knowledge x Money atau
Money = Work/Knowledge…
Namun saya punya pendapat berbeda soal asumsi diatas, menurut saya, mestinya asumsi kita adalah :
Time = kerja, Power = knowledge (pengetahuan), dan Work = Money (uang).
Hasilnya adalah :
W = P x T :> atau menjadi : Uang = Pengetahuan x Kerja..
Artinya: orang yang kerjanya lebih keras, biasanya penghasilannya juga lebih besar.. demikian juga orang yang memiliki pengetahuan yang tinggi, maka uangnya juga lebih banyak karena pengetahuan/keahliannya.
Untuk menjelaskan kenapa pebisnis menghasilkan uang lebih banyak dari saintis/engineer… itu bisa dijelaskan dgn menggunakan konstanta pembanding (a dan b)…
a.W = b.(P x T)… atau a.(Uang) = b.(Pengetahuan x Kerja)…
b/a = konstanta.
Disini bisa dijelaskan bahwa, pebisnis biasanya mempunyai modal baik uang maupun sumberdaya manusia (pegawai)…. sehingga, jumlah pengetahuan dan kerja dari total pegawainya jelas akan menghasilkan uang yang lebih banyak…dan keuntungan berlipat dibandingkan daripada ilmuwan/insinyur.