Dua hari ini (sabtu-minggu, 05/07 – 06/07) saya ada kegiatan rapat/workshop di salah satu hotel yg lumayan besar di jalan terusan Pasteur. Orang lain liburan, saya malah harus kerja, weleh weleh …
Jalan menuju ke sana sudah lumayan macet karena Bandung saat week-end yg biasanya memang macet masih ditambah lagi dengan masa liburan anak sekolah. Karena alasan itulah saya datang lebih awal dari jadwal. Saya sudah merencananakan untuk menunggu di lobby, sambil ngopi dan sedikit ngetik atau browsing. Maksud saya meski harus kerja, saya bisa agak santai sedikit lah.
Saya sudah beberapa kali ke hotel itu tapi bukan untuk menginap, kebetulan mengantar/menjemput tamu/teman atau menghadiri undangan. Waktu itu saya tidak terlalu memperhatikan kondisi hotel itu. Ternyata bayangan saya salah, lobby-nya sangat kecil dan terkesan cuma sekedarnya berisi satu-dua set kursi tamu yg sudah terisi. Mau ke restoran-nya, katanya sudah fully-booked.
Hotel memang bukan kafe, tapi kalau tidak memberi kesempatan orang untuk ketemu, menunggu dll. ya berarti hotel itu memang cuma untuk tidur doang. Akhirnya saya jalan-jalan ke mall sebelah hotel. Sempat juga browsing sebentar tapi tidak sambil ngopi karena adanya cuma minuman ringan.
Jumlah tamu hotel memang sedang berada di puncak-nya sampai turun-naik pakai lift-pun susah … Keadaan waktu makan pagi lebih kacau lagi. Jangan harap mendapati meja makan dengan perlengkapan makan lengkap yg tertata rapi seperti umumnya hotel berbintang. Bisa menemukan tempat duduk saja sudah untung. Selain meja-meja besar yg bersih (nggak ada apa-apanya) disediakan pula meja kecil panjang yg hanya cukup untuk satu piring kecil (lihat foto) di mana kita bisa duduk jejer-jejer seperti di warung …
Yah beginilah hotel untuk orang Indonesia, nggak peduli bintang berapa … Mudah-mudahan ini bisa jadi masukan bagi perbaikan, sejalan dengan apa yg disampaikan Pak Arry di blog-nya.

Orang kita sering maklum sehingga Quality of Service bisa diabaikan. Padahal yg namanya ‘rating’ atau bintang hotel itu kan standar ya Pak ?
Nanti perlu di check kalau bukan libur sekolah pak…apa pelayanannya tetap seperti itu?
Saya pernah ke daerah Carita, tidur dihotel bintang 4 (Marbella)…saat workshop yang hari biasa sepi banget kayak kuburan, tapi pelayanan bagus…begitu hari Jumat, hotel benar-benar kayak cendol, karena nyaris dipenuhi orangtua dan anak kecil dimana-mana…makanan antri dan menunggu lama.
Namanya juga Hotel ( Orang ) Indonesia, Pak!
Resikonya ya gitu dechhhhhh… he he he
waktu saya praktek di hotel , berusaha memberikan pelayanan yang terbaik
Rupanya, hotel (kebanyakan orang) Indonesia seperti itu ya Pak, saya kira tadinya hotel melati
Oh ternyata hotel berbintang pun seperti itu ya … lalu apa bedanya dengan melati he he he…
Saat liburan, Bandung memang padat. Saya sekeluarga sempat ‘melihat dan merasakan’ kekurang nyamanan kotanya.
Rencana menginap di hotel tidak jadi karena tawaran tidur gratis di rumah sepupu saya.
setuju!, ini mengingat orang kita jarang mau beli makanan disamping juga boros menurut perhitungan ekonomi makro ( anjrit!! bahasa-nya euy), nah supaya sisa ruangan bisa dipakai buat ruang kamar maka ruang tunggunya dipersempit, karena sang pemilik yakin pengunjung yg datang sudah bekal tiker ama makanan dari rumah. demikian kira2 orientasi bisnisnya, tapi ngomong2 kemaren waktu kesini bekal tiker endak pak ???…….
HHmmm …
terusan Pasteur …
Yang paling besar adalah hotel …
I think
I know what you mean …
(soktau mode on)
Mungkin hotel yang sampeyan samperin memang hotel gede dalam artian ukurannya luas atau bangunannya gede, Pak. tapi bintangnya pake bintang kecil alias ecek-ecek. Saya pernah nginep di hotel bintang empat di Penang (nama hotelnya lupa) tapi penataan ruangan, pelayanan masih kalah dengan tata ruang, fasilitas serta pelayanan hotel di bandung dan di Makasar.
Kalo ga salah nebak, ini pasti hotel A…. ya pak?
Kalo betul, masa iya sih pak, itu kan hotel berbintang yang udah sohor.
Bisa aja karena memang lagi musim liburan, jadi tamu overload dan pelayanan jadi tidak terkontrol karena kewalahan.
Coba dicek lagi disaat habis masa liburan pak, bisa jadi ada perubahan.
Terima kasih.