Waktu ke Paris Perancis pertama kali dulu saya sama sekali tidak merasakan jet-lag, padahal perjalanan cukup panjang (18 jam) dan ada perbedaan waktu 6 jam. Perjalanan seolah terasa hanya semalam, berangkat malam sampai di airport Charles de Gaulle jam 8 pagi (sementara waktu di Indonesia sebenarnya sudah jam 2 siang). Mungkin karena terlalu ‘excited’ karena langsung dikasih kesempatan muter-muter Paris selama 3 hari sebelum di-karantina di daerah (province) untuk kursus intensif bahasa.
Sepulang dari Arab Saudi pas hari Natal 25/12/2008 kemaren saya baru merasakan apa yg namanya jet-lag. Mungkin karena perbedaan waktu yg agak “nanggung” yaitu 4 jam. Jam 11-12 malam waktunya tidur saya belum merasakan kantuk sama sekali karena ‘jam biologis’ saya mengatakan ini baru jam 8 malam. Apalagi saya memang biasa tidur agak larut. Jadilah saya baru bisa tidur jam 2 atau jam 3 dini hari, itupun tidak nyenyak. Setelah subuh saya ketiduran lagi …
Untungnya kemaren itu pas libur agak panjang antara Natal dan Tahun Baru sehingga saya bisa memuaskan tidur di luar jam tidur yg seharusnya. Ah … jadi inget tulisan saya sebelumnya tentang menghabiskan liburan dengan “glundang-glundung” dan “molor” … Padahal kata orang untuk menanggulangi jet-lag seharusnya kita segera mengikuti pola (terutama tidur) di tempat yg baru. Jadi kalau sudah waktunya tidur ya kita paksakan untuk tidur, lalu kalau waktunya bangun ya kita harus “melek”.
Saya juga tidak sempat merencanakan berlibur ke luar kota, meskipun sebenarnya pengen mengajak anak-anak berlibur setelah hampir sebulan kami tinggalkan. Kalau mendadak tentu agak susah karena hotel-hotel apalagi yg ada di tempat tujuan wisata pasti sudah over-booked. Kebetulan ada keponakan yg ulang tahun pas tanggal 1 Januari sehingga setiap menjelang tahun baru selalu kami jadikan momen untuk berkumpul bagi keluarga besar kami.
Anak-anak saya tidak terlalu kecewa (tidak liburan ke luar kota) karena mereka sangat menikmati acara kumpul dengan saudara-saudara sepupu yg hampir sebaya. Mungkin anak-anak sudah terbiasa tidak terlalu menuntut bapaknya yg Oemar Bakrie ini. Atau jangan-jangan sebulan kemaren itu mereka sudah serasa liburan ya ??? Yaitu liburan dari “kecerewetan” saya dan istri yg selalu mengharuskan (baca: mendisiplinkan) anak-anak untuk ini dan itu, sementara mereka ditunggui oleh nenek (bergantian antara ibu saya dan ibu mertua) yg hampir pasti selalu memanjakan mereka … hehehe …
hehehe rupanya bedanya hanya 4 jam ya pak? Itu pasti membuat jetlag.
Yang saya pernah lihat di TV katanya sih jetlag juga bisa di kontrol dengan makanan (lewat perut gitu). Disarankan makan steak tuh hihihi.
Selamat beraktifitas kembali pak.
EM
Terkadang anak-anak memang merasa sedikit bebas saat orang tua tidak dirumah.
Tapi sekarang, karena hidup terpisah dari orang tua sejak SMP, saya malah merasa ingin ketemu setiap saat dengan mereka.
selamat kembali beraktifitas pak…
)
saya sama sekali tidak ada liburannya, habis lagi dikejar2 deadline sama promotor, hehehe… (blogwalking kayaknya jadi liburan tersendiri bagi saya saat ini
salam saya pak
VZ
selamat datang di Indonesia, Pak Haji…
Ouw pantesan blognya lama gak di-apdet ?
Anak2 pasti senanglah berkumpul kembali dengan orangtuanya tercinta. Meski sebulan bebas dari omelan, lama2 kan kangen juga mereka dengan omelannya. He he…
Katanya sih jet lag, jika kita bepergian ke arah yang perbedaan waktunya makin cepat, seperti ke Australia dsb nya.
Tapi bagi saya sama saja, karena selama perjalanan sulit tidur, akibatnya di tempat tujuan, mesti ada acara menebus tidur dulu. Padahal kalau menghadiri seminar, ini jelas tak mungkin, jadi sudah bisa dipastikan hari pertama agak terkantuk-kantuk…..baru deh besoknya mendingan.
Saya gak pernah ngalami jetlag. Abis gak pernah bepergian dengan perbedaan waktu yang begitu jomplang. Insya Allah suatu saat nanti pengen ngerasakannya.
Liburan saya juga gak kemana-mana. Tapi sempat juga sih ke Paris dan Mekkah, hanya di alam maya. Wakakaka….
Pak …
Aku ndak mau ngomentari Jet Lag …
Aku cuma mau mengomentari … Anak-anak Bapak yang berasa liburan ditinggal 1 bulan …
Kayaknya ini bener banget …
hahahaha … ini liburan paling asik mungkin …
Udah gitu mereka dijaga oleh Eyang/Neneknya … sudah pasti … ini anugrah … ada ATM tambahan soalnya … wwuuiihh sedep bener …
hehehe
Salam saya Pak …
Aku selalu melek terus dari turun pesawat (meskipun nyampainya pagi jam 6) sampai di rumah, baru tidur malam harinya jam 9pm. Bangun besok harinya jam 8am. Sudah seger kembali.
wakz…
wah anak2nya bukannya merindukan bapaknya dari tanah suci?
btw sy blum tau rasanya jetlag seperti itu, wah semoga bisa menuju tempat2 Indah deh, pasti jet lagnya ngak ada
nice one… ?
[...] Januari 2009 oleh Oemar Bakrie Waktu menulis tentang jet-lag dan libur panjang sebenarnya ada satu hal lagi yg ingin saya kemukakan, yaitu ke-gamang-an saya kembali ke [...]