Banyak ide (sebenernya nggak banyak sih … tapi ada lah) cuma sedang tidak punya waktu dan terutama mood (sok sibuk dot com) untuk nulis-nya. Makanya posting cuma foto-foto iseng saja. Lha katanya a picture is worth a thousand words ?
Setiap hari saya lewat di depan bengkel ini. Kalau pas pulang pasti macet di sini, padahal tinggal beberapa ratus meter lagi sampai rumah. Secara tidak sengaja terbaca spanduk-nya yg membuat saya senyum sendiri …

Kalau dipikir-pikir prinsip sebagian besar dari kita agaknya mirip seperti bengkel ini ya ?, spesialis di satu bidang tapi bila diperlukan bisa juga merambah ke bidang lain (minimal merasa bisa). Jadi seperti istilah yang sering saya dengar di ITB yaitu PALU GADA, apa yang lu mau gua ada … hahaha …
Mungkin kalau ada teman di ITB yang baca tulisan ini akan bilang, kita ? loe aja kali …
Saya jadi ingat tulisan Pak Armein yang berjudul Why vs. Why Not yang intinya menggaris-bawahi perbedaan saintis dengan enjinir. Menurut Pak Armein saintis selalu ingin penjelasan mengapa sesuatu bisa terjadi. Sedangkan enjinir ingin sesuatu bisa terjadi. Saintis bertanya why, sedangkan enjinir bertanya why not. Bagus sekali argumennya, silakan baca selengkapnya.
Saya setuju kalau keduanya perlu didasarkan pada landasan saintifik yang solid. Hanya dalam tataran implementasi, ada saja yang mengartikan Why Not sebagai sesuatu yang dangkal, plain, apapun bisa dikemas lalu di “jual” mengapa tidak ? … Padahal kaidah dasarnya belum tentu mendukung, atau kalaupun bisa ya ada prasyarat tertentu yang harus dipenuhi.
Mungkin dalam hal ini PALU GADA-nya kegedean alias terlalu besar …
Sebetulnya yang baik adalah setiap kali bertanya…Why? Setelah tahu latar belakang filosofinya…baru Why not?
Dalam pekerjaan, kita tak bisa langsung hanya mengerjakan (kata bos, ini memang bedanya karyawan biasa dan staf)….namun memahami mengapa dilakukan, dan alasannya. Juga memperlajarai aturannya. Kemudian kita mengerjakan, dan mencari peluang, dengan rambu aturan yang telah ada.
Bagaimana jika ada peluang berbisnis namun aturan tak ada (tak ada aturan, bukan berarti boleh dilakukan)….caranya adalah membuat dan mendorong dibuatnya suatu kebijakan, agar peluang bisnis tadi tak hilang.
Betul Bu. Ada yg bilang bahwa kalau kita mengerjakan sesuatu sambil paham maksud atau latar-belakangnya biasanya bisa lebih semangat.
Pernah ada kursus dengan tema kurang lebih “earth science for non-specialist”. Target pesertanya adalah para sekretaris, staf administratif perusahaan minyak, tambang dll. Tujuannya supaya mereka lebih “aware” dengan dunia yg digeluti oleh perusahaan tempat mereka bekerja meskipun mereka bukan staf teknis.
ITB bgt’
hehehe….
Termasuk dengan artis dan selebritis yang banyak aji mumpung itu, Pak .. Palu Gada juga ..?
termasuk dosen yg ngeblog, apakah bisa dikatakan sebagai palu gada pak? hehehe…
Blog hanya sebuah media ekspresi, isinya bisa saja bersifat umum atau masih berhubungan dengan bidang keahlian dosen ybs.
Saya pikir “merambah” ke bidang lain sah-sah saja untuk memperluas wawasan, selama tidak berlebihan. Bukan begitu ?
I am trying to be an engineer … perekayasa … (dalam konotasi positif tentu …)
Yang selalu bertanya dan berkata …
Why Not …
Hehehe
Thanks Pak …
Kadang kalau sudah berbicara kebutuhan ekonomi, seseorang menjadi lebih PD untuk pekerjaan apapun. Yang ada dalam pikirannya hanyalah: “Bagaimana nanti,” bukan “Nanti bagaimana?”
Itu mobil yg lagi di bengkel malah nggak ada yg honda ya pak ? kayaknya malah toyota semua. Jadi inget joke tentang alumni ITB yg bisa semuanya kecuali bidang engineering … hehehe
Para caleg itu palu gada juga nggak kira2 om?
maaf melebardotcom
Alaaahh … bapak mau ngomentarin yg kemaren2 muncul di TV secara bombastis itu ya ???
Bener lho pak ada dosen yg bertubi2 dapet telpon dari temen2nya yg nanya, bener enggak sih itu ??? Kebetulan dosen tadi nggak ‘ngeh’ yg sedang terjadi di kampus sehingga cuma bisa bilang ‘au ah elap’ …
Kalau soal itu sih saya juga denger, tapi sudah amat sangat mahfum jadi biasa saja …
salam dari kalteng, pak