Sekalian membahas sedikit tentang “kuliner” maka saya tampilkan foto sarapan saya pagi ini. Murah-meriah cuma sekitar sepuluh ribu rupiah, tapi hanya berlaku pada jam 7 – 10 pagi. Tempatnya? tinggal tebak saja dari corporate color dan logo yg ngintip di pinggir gelas … Wah jadi iklan nih, tapi nggak apa-apalah karena sudah memberi kemudahan saat kepepet [...]
Arsip untuk ‘intermezzo’ Kategori
Sarapan murah meriah …
Diposkan dalam Bandung, Catatan kecil, intermezzo, Label iseng, foto, kuliner pada 5 November 2009 | 26 Komentar »
(sedikit) wisata kuliner di Perth
Diposkan dalam Catatan kecil, intermezzo, perjalanan, Label foto, kopi, kuliner, Perth pada 29 Oktober 2009 | 25 Komentar »
Sebenarnya ini agak berlebihan kalau disebut sebagai wisata kuliner …
Hotel tempat saya menginap selama di Perth ternyata tidak menyediakan makan pagi yg termasuk dalam harga kamar seperti biasanya hotel di Indonesia. Sebagai opsi-pun tidak, tapi ada restoran dan bar di sebelah lobby. Ada untungnya juga, karena saya tidak perlu memilih dan mempertanyakan kehalalan makanan yg [...]
Menunggu telepon ?
Diposkan dalam intermezzo, Label foto, iseng, telepon pada 14 Oktober 2009 | 15 Komentar »
Menunggu telepon ? sepertinya jadi topik yg hangat beberapa hari terakhir … Nah, silaken mau nelpon ke telpon yg mana …
Antara batik dan baju koko …
Diposkan dalam Bandung, ITB, Islam, intermezzo, keluarga, Label batik, festival, foto, iseng, mooncake pada 13 Oktober 2009 | 21 Komentar »
Minggu yg lalu, Jum’at tanggal 2 Oktober 2009 banyak diantara kita mengenakan batik ke sekolah, kuliah, ke tempat kerja dll. Seperti kita tahu, hal itu adalah untuk menyambut penetapan Batik sebagai Warisan Budaya (Cultural Heritage) oleh UNESCO.
Saya sendiri sebenarnya tidak punya rencana untuk mengenakan batik karena tidak biasa pakai batik ke kantor. Apalagi saya tidak [...]
ditulis tapi dicoret
Diposkan dalam intermezzo, perjalanan, Label foto, iseng pada 17 September 2009 | 17 Komentar »
Sudah capek-capek di-TULIS kok dicoret ?
Ada yg tahu di mana ini ? (tidak boleh jawab “ya jelas di TULIS dong …”)
mobil, bukan mobil, mobil ?
Diposkan dalam intermezzo, Label 3G, foto, iseng pada 4 September 2009 | 18 Komentar »
Suatu saat di suatu tempat parkir saya mendapati “pemandangan” unik yg membuat keisengan saya muncul untuk ber-foto di situ. Jadi inget iklan yg ada kata-kata yg selalu diulang tiga kali itu, mau … mau … mau ?
Warna-warni mBah Surip ?
Diposkan dalam Bandung, intermezzo, Label foto, iseng, mBah Surip, Pemkot, Pertamina, Petronas pada 25 Agustus 2009 | 18 Komentar »
Masih ingat mBah Surip dengan gaya dan pernak-pernik rastafarian-nya ?
Waktu melintas (dan terkena macet) di perempatan jalan Tamansari - Cikapayang di bawah jalan layang, anak saya tergelitik untuk memotret lampu lalu-lintas yg sedang “main tebak-tebakan” alias semua menyala ! Melihat warna-warninya anak saya bilang, “kok kayak (topi-nya) mBah Surip ya ?” … ha – ha – ha [...]
Semester baru (lagi), mudah-mudahan (tetep) semangat …
Diposkan dalam Catatan kecil, ITB, Pendidikan, intermezzo, Label iseng pada 19 Agustus 2009 | 22 Komentar »
Hari ini, Rabu 19/08/2009 saya mulai lagi memberikan kuliah di semester baru sekaligus tahun akademik baru 2009/2010. Mudah-mudahan saya masih diberi kekuatan untuk terus bersemangat dalam berbagi sedikit yg saya bisa/ketahui.
Apalagi kalau diberi tambahan “zat aditif” …
Mau kemana Spongebob ?
Diposkan dalam Bandung, intermezzo, Label foto, iseng pada 3 Agustus 2009 | 21 Komentar »
[Dipotret di Jalan Tamansari, dalam perjalanan ke kampus.]
Yang saya kenal cuma Spongebob, ada yang lain yang anda kenal ?
Bawa ransel (tapi bukan teroris)
Diposkan dalam Catatan kecil, intermezzo, Label backpack, bukan teroris, rangsel pada 27 Juli 2009 | 11 Komentar »
Saya selalu bawa-bawa tas ransel (alias backpack) ke mana-mana, ke kantor, ke lapangan, rekreasi, bahkan waktu pergi haji, seperti terlihat dari foto-foto di bawah ini. Foto-foto saya yg ada di blog ini-pun pasti ada juga yg menggambarkan saya bawa tas ransel. Mungkin cuma tidur saja saya nggak bawa ransel … hahaha …
Gara-gara teroris menggunakan tas [...]